Sunday, October 14, 2012

WowTernyata Kekuatan Pikiran Memang Dahsyat !!!


Tanggal 11 Sept '12 merupakan hari dimana aku mengucapkan Janji Antusiasme dan sebulan kemudian ketika direnungkan kembali, ternyata aku mulai merasakan banyak hal positif yang terjadi, menemukan tantangan baru, pembelajaran yang bertambah setiap harinya dan Kesabaran yang teruji :p. Namun yang paling penting, aku benar-benar mengalami apa yang kita namakan "Kekuatan Pikiran"

Pikiran merupakan salah satu kekuatan terbesar manusia yang membuat seorang mampu meraih hal terbaik dalam hidupnya maupun kebalikannya. Hal ini menyebabkan timbulnya banyak ungkapan seperti : Positive thinking, What You Think is What You Get. Ungkapan-ungkapan ini sering sekali diucapkan ketika kita mencoba menyemangati orang lain, dan seperti semua ungkapan positif, sangat mudah diungkapkan namun belum tentu dimengerti atau belum tentu juga si pendengar mau menerima makna yang terkandung dalam ungkapan tersebut karena mungkin pada kondisi tertentu, ego dan perasaan kita lebih berpengaruh dibandingkan pikiran. 

Melalui tulisan ini, ijinkan aku berbagi cerita mengenai pengalaman yang benar-benar membuatku tersentak sadar mengenai betapa dahsyatnya kekuatan pikiran yang mempengaruhi kondisi lingkungan pekerjaan hanya dalam satu malam. Jika teman-teman pernah membaca beberapa tulisan yang bercerita mengenai awal kepindahanku ke perusahaan yang sekarang ini, maka teman-teman akan mengetahui betapa besar rasa kehilangan yang aku alami. Aku selalu mencoba berpikir bahwa "Yah mungkin belum sebulan, ntar juga bakal membaik", namun setelah 1 bulan, aku masih belum mendapatkan perasaan nyaman diperusahaan baru ini. Hal ini menyebabkan aku mencoba mencari peluang ditempat lain dan akhirnya sampailah satu hari dimana aku mendapatkan jadwal untuk psikotes dan interview dari dua perusahaan berbeda. Disinilah Cerita Kedahsyatan Pikiran berawal…… 

Dalam Psikotes yang sering dilakukan diperusahaan, selalu ada kegiatan dimana kita harus memilih salah satu dari beberapa pernyataan yang kita anggap paling sesuai dengan diri kita. Ketika terdapat pilihan xxx dan “Optimis”. Secara spontan aku langsung memilih kata Optimis(karena aku merasa selalu memiliki optimism tingkat tinggi), namun sesaat setelah melingkari pilihan tersebut, langsung muncul refleksi diri...."Eh, kayanya akhir-akhir ini aku sudah tidak optimis lagi, apakah pilihan ini masih valid?”. Pada saat itu, aku hanya punya 2 pilihan yaitu merevisi pilihanku dan kehilangan optimism dalam hidup atau tetap pada pilihanku dan mulai membangkitkan antusiasmeku lagi. Hal ini terus memenuhi pikiranku seharian.

Dalam proses interview di perusahaan berikutnya, setelah pembicaraan panjang lebar dikali tinggi J, akhirnya usernya pun mengatakan bahwa pada dasarnya dia merasa sudah cocok dengan ku baik dari sisi pengalaman maupun pengetahuan, namun dari sisi kompensasi & latar belakang pekerjaan yang ada diperusahaan PMA, kenapa masih berpikir untuk berpindah?. Komentarnya langsung membuatku tersentak untuk kedua kalinya dalam 1 hari. Kata-kata tersebut langsung membuatku benar-benar berpikir kembali mengenai semua keluh kesahku di perusahaan baru. Meskipun aku merasa selalu sadar & bicara pada diriku bahwa apa yang aku dapatkan adalah sudah sesuai keinginanku, namun kenapa selama ini aku tidak menghargainy dan malah sibuk membandingkan perusahaan baru dengan yang lama. Kenapa aku begitu merasa tidak bisa nyaman ditempat yang baru dengan semua benefit yang lebih baik? Padahal Aku seharusnya bisa dengan penuh senyum dan bahagia melakukan dan menikmati apa yang aku miliki sekarang.

Akhirnya dalam perjalanan pulang kerumah akupun langsung MEMUTUSKAN bahwa “Aku akan selalu berantusias dalam keseharianku & menikmati apa yang aku miliki saat ini, dan kalaupun belum bisa, maka aku harus mampu berpura-pura berantusias untuk melakukan perkerjaanku”. Kenapa berpura-pura dapat membantu mempengaruhi mood seseorang seperti pada tulisanku sebelumnya. Setelah keputusan tersebut dibuat dengan mantaaab!, maka keesokan harinya, aku bangun pagi dengan memasang wajah tersenyum dan mengucapkan Janji Antusiasme ku. Dan disinilah kekuatan pikiran bekerja dan memunculkan apa yang sebagian orang katakan sebagai “keajaiban”. Satu persatu kejadian positif mulai terjadi. Program yang sebelumnya aku ajukan selalu dipending dengan berbagai alasan, tiba-tiba pada hari tersebut langsung diberikan persetujuan tanpa perlu perdebatan panjang & menyebalkan seperti yang sebelumnya dilakukan. Hal ini langsung membuatku berpikir “eh…..koq bisa?, jangan-jangan lagi salah makan obat orangnya…wkwkwk ”. Hari kedua setelah Janji Antusias diucapkan, senyuman dan keramahan juga didapatkan dari seorang rekan kerja yang sehari-hari rasanya tidak pernah tersenyum, berwajah datar & pemikir. Hal ini juga membuatku “eh…..koq bisa?”. Kedua kejadian diatas merupakan awal semua hal positif yang menghampiriku setelah Janji Antusiasme diucapkan. Dan setiap harinya, aku mulai mampu menapak dengan lebih baik dan mulai terlihat tantangan baru untuk dijalankan dan masalah baru yang akan memberikan pembelajaran untuk diri.
Pengalaman diatas benar-benar menyadarkanku bagaimana hanya dengan membalikkan cara berpikir dan pandangan kita terhadap satu hal, maka semua hal yang kita rasakan juga akan berbalik. What “So-Called” Miracle Do Happens When We Change Our Perspective. Selain Kedahsyatan pikiran, kasus dengan niat mencari peluang diperusahaan lain meskipun baru berpindah satu bulan, akhirnya membuatku menyadari bahwa “melakukan hal yang salah, tidaklah selalu salah namun bisa membuat kita melihat hal yang baik dengan lebih jelas”.

  
  

4 comments:

  1. Iyah neh, memang bener. Kadang rasanya pekerjaannya kurang bagus rewardnya. Setelah pindah ternyata lebih kurang memuaskan. Akhirnya pindah lagi, dan lebih buruk. hehehe, yang seperti ini memang sering terjadi :) Tapi ini bukan berarti mesti tetap sama satu tempat terus. Hehehe, harus pinter2 liat sikon ^^ By the way, itu "What “So-Called” Miracle Do[es] Happen When We Change Our Perspective" hehe ;)

    ReplyDelete
  2. Bagus jg artikelnya. Ud itu aja. Ud ngantuk pas baca nih artikel ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ngantuknya bukan karena baca artikelnya kan y?

      Delete