Showing posts with label Iseng-Iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng-Iseng. Show all posts

Tuesday, September 4, 2012

Makna Pertanyaan Interview Cemara atau Mawar?

Tiba-tiba teringat suatu pengalaman interview yang terasa sedikit old school tapi menimbulkan ketertarikan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai pertanyaan yang muncul. Adapun suatu ketika aku pernah mendapatkan panggilan dari sebuah perusahaan Thailand yang bergerak dibidang poultry feed dan processed food untuk mengikuti proses interview dengan User dan HRD. Proses interview tersebut memberikan pengalaman yang menarik hati meskipun merasa assistant dari usernya rada "sotoy" tapi anyhow meskipun sotoy, dia mengajukan tiga pertanyaan yang bikin aku akhirnya ngegoogling lebih lanjut.

Begini pertanyaanya:
1. Milih cemara atau mawar? (dalam hati : what...?what kind of old school question is that?)
setelah di search di google, dari berbagai artikel yang dibaca, aku belum menemukan makna yg tepat untuk konteks Psikologi ataupun psikotes, meskipun ada banyak yang share mengenai bagaimana kesombongan si mawar yang memamerkan keharumannya meskipun hanya sebatang sedangkan cemara yang meskipun rimbun namun tidak harum dan tidak dapat menarik sang lebah. Sang Cemara yang berhati lapang tidak pernah membalasnya. Dan ketika musim dingin datang, salju mulai turun, maka sang mawar dan bunga-bunga lainnya mulai berguguran namun sang cemara tetap tegap berdiri melewati musim dingin. Cerita ini menunjukkan kesombongan tak berarti.

Tapi kenapa saya menjawab Cemara, karena saya senang dengan warna hijau yang membawa sense of nature dan rindangnya Cemara yang menyejukkan. Namun kalau dianalisa lebih mendalam, mungkin maksud pertanyaanya berhubungan dengan apakah kamu seorang yang cenderung team player atau solo?
kenapa seperti itu? karena Setangkai Mawar sudah mampu menunjukkan keindahannya dan melelehkan hati wanita (kalau g tetap pengennya satu bouquet ;) ) sedangkan keindahan pohon cemara baru bisa terlihat ketika dia tumbuh dengan rindang dan dipasang dengan lampu-lampu natal dan dihiasi ornamen-ornamen. Jikalau pohon cemara yang hanya memiliki daun yang sedikit, maka akan terlihat jelek sekali dan ketauan kalau ditanam dirumah berarti yang punya rumah jarang nyiram tanaman :). bagaimana menurut kalian?

2. Pantai atau gunung? ("macam di acara hitam-putih aja")
Saya pilih Gunung karena di gunung udaranya lebih fresh dan ga bikin lengket. Dan karena udaranya lebih dingin soalnya kalau panas dan pengap, suka sakit kepala. Jadi apa kaitannya?. Untuk hal ini juga aku belum menemukan jawaban sesuai untuk konteks psikologi. Tapi bisa jadi pertanyaan ini digunakan untuk menunjukkan pribadi yang cenderung lebih nyaman dengan kondisi ketidakpastian atau tidak. Ketika kita berada dipantai, kita bisa melihat ke area atau horizon yang lebih luas, kita bisa melihat matahari terbenam dengan indahnya ataupun pohon kelapa diujung sedangkan ketika kita menampaki atau mendaki gunung, maka yang terlihat tidak akan seluas ketika kita dipantai kecuali ketika kita sudah berada di puncak. Jadi teringat pengalaman naik gunung pas kuliah (read below ***) 

3. Segitiga, Lingkaran atau Segi Delapan?
aku pilih lingkaran karena menurutku lingkaran terasa lebih ramah karena tidak bersikut dan lebih flexible. Namun setelah di googling aku menemukan artikel yang menurutku cocok untuk konteks psikologi dimana Segitiga melambangkan Kreativitas, Segi empat (ga ada segi delapan, kaya improvisasi interviewernya) melambangkan Kemampuan dan Lingkaran melambangkan Kemauan. Kalau melihat dari pelambangan ketiga hal diatas, harusnya kita memiliki ketiga hal tersebut untuk menjadi yang terbaik bagi diri kita. Namun ketika harus memilih salah satu mungkin itu bisa menunjukkan kita adalah orang yang lebih berfokus pada Creativity atau skill atau Want

Begitulah akhir pencarian ku mengenai pertanyaan Interview yang terasa Old School ini. Meskipun terasa Old School tapi at least hal ini membuatku berpikir mengenai pemahaman baru. Dan mungkin next time pertanyaannya adalah pilih Anjing atau Kucing ?? :D
Anyhow, its just my own way of thinking dan pilihan apapun pasti baik karena masing-masing orang memiliki alasan mereka masing-masing yang belum tentu dipahami oleh orang lain, So i think, pertanyaan seperti ini mungkin sudah tidak bisa dijadikan patokan dalam menilai karakter seseorang apalagi ketika informasi sudah semakin mudah di akses dan gaya hidup menjadi lebih bervariasi dan luas.

*** My NOW moment when Hiking
Ketika kuliah aku pernah mengikuti kegiatan pecinta alam untuk mendaki Gunung Gede Pangrango. Pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang tidak terlupakan dan pengalaman yang benar-benar mengajarkan kapadaku bagaimana kita bisa menikmati momen Saat Ini, bukan nanti ataupun kemarin. Dengan tas camping yang tingginya lebih tinggi dari tubuhku dan lebarnya selebar tubuhku, kita memulai perjalanan mendaki pagi, siang dan malam dimana kita sama sekali tidak bisa melihat area yang tidak kita senterin. Hanya berjalan setapak demi setapak, menikmati saat ini maka kita akan merasa tidak terbebani, namun ketika kita mulai berpikir, uda nyampe belum?berapa lama lagi, kelelahan otomatis datang menyerang. Dan ketika kita berhenti dan beristirahat menikmati makanan seadanya...rasanya nyaman sekali. sampai akhirnya kita bermalam di dataran yang disebut Surken "Surya Kencana" dengan suhu yang sangat dining dan bahkan mencapai 0 derajat di tengah malam namun memiliki langit yang indah sekali. Pemandagan langit malam yang luas penuh dengan bintang menghiasi selimut langit tersebut. Momen tersebut seperti berhenti untuk kita nikmati. Pagi hari ketika bangun, banyak bunga es tercipta dan berada di rerumputan termaksud barang bawaan yang diletakkan diluar tenda, dan itu pertama kalinya aku merasakan disambut oleh bunga es ketika terbangun, benar-benar momen yang menemtramkan. Ketika sudah mencapai puncaknya dan meletakkan ransel tersebut, tubuh seperti melayang. Sambil menikmati pemandangan dari puncak gunung dan berfoto, dalam hati seperti merasakan "Hey..I Can Do It, I really can".


Wednesday, August 22, 2012

Kenapa Kalimalang harus bernama Kalimalang?

Hari ini melewati daerah kalimalang, trus tiba2 kepikiran "kenapa namanya harus Kalimalang, kenapa ga kali senang arau kali sukses?" dan ternyata pas di googling menemuka artikel ini....ternyata ada maknanya....
Sila dibaca di blog tetangga dibawah ini :
Asal Usul Nama-Nama Lokasi di Jakarta | ADITCJ

Friday, May 18, 2012

Cerita Pembantaian Kecoa Dirumah

Sore itu, 16 May 2012, Suamiku pulang dari tugas luar kota dan langsung mengirimkan pesan "Pulang-pulang langsung disambut ama kecoa". Dia sangat tidak menyukai kecoa dan selalu langsung membasmi kecoa dengan obat nyamuk semprot sambil ngoceh-ngoceh. Sore itu, pas sekali memang aku ada piring kotor yang belum aku cuci dari hari kemarinnya dan pas sekali ada seekor kecoa mati dekat tempat cuci piring (kena oceh dec ;< ) & seekor lagi dekat jendela. Karena dia ada janji ketemu temannya, maka pas sore hari aku pulang kerumah sendirian dan pas masuk rumah.....grrr ada 1 kecoa terbalik di dekat pintu dapur, satu di lantai dekat jendela. 2 ekor tersebut, kakinya masih gerak-gerak sehingga aku pikir, tunggu aja nanti juga mati dan kalau uda mati baru aku angkat & buang karena kalau belum mati tar malah balik badan dan terbang sana sini. makin menjijikan.

Setelah mencuci piring akupun duduk bersantai sambil makan buah & kerupuk....tiba-tiba ada suara "Plessh", aku liat-liat tidak ada apa-apa. Aku makan lagi tiba-tiba ngeliat ada kecoa mendekati pintu kamar dan berusaha cari lobang masuk.......arrgggghhhh Grossss, kalau sampai masuk kamar nanti aku bisa geli & tidur tidak tenang, malah kalau dia uda sembunyi dibawah kasur gimana ceritanya nanti.....akhirnya langsung aku mencoba mengusirnya dengan kain dan dia lari menuju pojokan keramik rumah dan ketika dia berada di area yang bisa aku pukuli langsung aku smash/tepok dengan sendal jepit swallow :D, Plook. Sendalnya aku angkat dan aku liat ada cairan hijau keluar dari area perut sampingnya......weks...weks...jijik....dan aku pikir dia sudah mati, jadi aku cuci tangan lagi dan melanjutkan makan kerupuk.

Sambil makan kerupuk, sambil liat-liat sekeliling lagi memperhatikan kecoa di dekat pitun dapur masih di tempatnya dengan kakinya menghadap keatas dan bergerak-gerak dan kecoa yang aku smash....sepertinya koq gerak-gerak ya, tapi ga mungkin kan isi perutnya uda keluar....aku lanjutkan makan lagi, trus aku perhatikan lagi......OMG.....dia masih gerak, masih mencoba berjalan menyeret tubuhnya yang sudah bolong itu.....orrrggghhhhh bulu kudukku langsung merinding rasanya horror sekali kaya di film ada mayat hidup mencoba bergerak.....uergggghhhh.....

Setengah geli setengah sebal, akhirnya aku berdiri lagi, ambil sendal jepit dan plooook dengan tenaga lebih kencang lagi sambil berteriak jijik. Sendal diangkat dan kali ini isi perutnya & lain-lainnya benar-benar hancur sehingga terdapat cairan kecoklatan menyebar dari badannya....weks....karena tidak yakin dia sudah mati dan untuk memastikan dia benar-benar mati, akhirnya aku semprot saja dengan obat nyamuk, termaksud dengan yang ada di dekat pintu dapur biar benar-benar mati. kejadian tersebut langsung membuat nafsu makan ku hilang karena geli bercampur jijik melihat isi perut kecoa....rasanya jadi horror

Pas suamiku pulang, aku ceritakan kejadian tersebut dan dia binggung, karena kecoa yang dia temukan pada saat dia pulang, sudah dibuang sama dia, berarti ada kecoa baru lagi 3 biji yang masuk kerumah dari sekitar jam 5sore-7 malam.Ohhh menjijikan sekali, kenapa bisa banyak kecoa begitu dirumah?
Besok paginya pun semua lubang air kita siramkan dengan karbol biar kecoa tidak bersarang lagi disitu, dan langsung membeli kapur pengusir kecoa dan menggambar lingkaran disemua lubang air. Tanggal 17 Mei memang berlalu tanpa ada seekor kecoa pun yang terlihat. Dari kejadian itu, aku langsung memutuskan Harus selalu langsung mencuci piring setiap saat setelah dipakai meskipun hanya satu.

Ternyata Kecoa memiliki daya survival yang tinggi, setelah perut bolong pun masih bisa jalan.....Spooky

Wednesday, April 4, 2012

WowTernyata "Nentuin / Seleksi Pacar dengan metode Weighted Average"

"Weighted Average" = salah satu kata yang aku senangi karena ketika mendengar kata ini ada nilai sophisticated, berkelas, ilmiah dll. Kata Weighted average juga kata yang mulai populer di telingaku (atau mulai ingat lagi :D) ketika aku melanjutkan kuliah S2 dimana aku mempelajarinya kembali di pelajaran accounting.

 Kalau secara definisi, weighted average merupakan "Sebuah nilai rata-rata dimana nilai yang digunakan dalam perhitungan tersebut memiliki bobot kepentingan"  atau kalau menurut sederet.com artinya adalah "Rata-rata tertimbang". 

Sebuah kata yang terdengar sangat hebat dikupingku dan kalau kita berdiskusi dalam satu kelompok dan menggunakan kata & konsep ini untuk berhitung, pasti selalu ada saja yang kurang mengerti atau butuh penjelasan lebih (aku juga suka binggung kadang-kadang apalagi kalau kepala lagi mumet, tambah ga nyambung :D ). hal ini mungkin dikarenakan kata "Weighted average" terdengar sangat ilmiah sekali dan rumit. 

Namun,  hari ini, pas meeting dengan sebuah agency, aku baru tersadar bahwa sebenarnya Kata "weighted" tidaklah semewah, seilmiah yang selama ini aku pikirkan. Kenapa? karena WowTernyata pas kita sekolah SD/SMP pun sebenarnya kita sudah mengenal sistem Weighted Average. Dimana kita mengenalnya?
Masih ingatkah ketika kita ujian di SD/SMP/SMA selalu ada beberapa tipe soal, dari Pilihan Ganda, Isilah Titik-titik, Essay, Mengarang, dll. 

Mari Ambil Contoh dua tipe soal saja untuk pelajaran PMP/PPKN. Total nilai terbaik jaman aku sekolah masih "100". Dalam ujian PMP (Pendidikan Moral Pancasila) ada 20 Soal PG, masing-masing bernilai 1 Point, dan ada 4 soal essay dengan nilai 20 point/soal. Jadi untuk dapat nilai minimal 80 aja, kita cuma perlu menjawab pertanyaan essay dengan benar, karena point/soalnya=20. Besarnya point soal essay itu menunjukkan bobot kepentingan dalam mengetes kemampuan pelajar. So, sejak kecil kita memang sudah diajarkan untuk melihat tingkat/bobot kepentingan dengan konsep yang sederhana. Tapi kenapa ketika sekarang mendengar kata tersebut, rasanya koq ilmiah sekali? (perasaan ku aja kali ya :D)

Setelah dipikir-pikir lagi, metode weighted average juga sering dipakai dalam urusan percintaan untuk mencari pasangan. setiap individu selalu memiliki Must Have item untuk calon pacar ideal. Mungkin ada yang punya 5, ada yang punya 10 atau lebih. Namun, tidak mungkin ada orang yang seratus persen memiliki semua karakter/ciri yang ada di list must have item tersebut. Maka, disinilah saatnya seseorang menggunakan metode weighted average untuk menentukan apakah dia layak dijadikan pacara atau tidak. contoh lagi dibawah ini adl Must have item list seorang wanita yang menginginkan pacarnya dan bagaimana nilai pacarnya dari masing-masing karakter tersebut.
KarakterBobot KepentinganRating Calon Pacar (1-10)Value
Dewasa20%81.6
Ganteng Bak Model30%51.5
Tinggi min 180cm10%50.5
Cumlaude10%40.4
Punya Rumah minimal 4 30%103
Weighted Average Final7

Jika si wanita tersebut memiliki target bahwa sang pacar harus punya nilai minimal 8, maka dengan nilai weighted average "7" tersebut, maka si wanita tidak akan memacari orang tersebut, namun jika targetnya 6, maka 7 adalah angka yang sudah memenuhi target dan bisa dijadikan pacar. (rumit juga ya kalau mau pacaran pakai hitung2an seperti ini :p )

Sambil menyeringai pada diri sendiri, baru menyadari Kata yang terdengar Ilmiah, Advance seperti "Weighted Average" sebenarnya sudah sering kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja mungkin dengan menggunakan bahasa asing, terdengar lebih kompleks. Kalau hidup bisa lebih mudah buat apa lebih susah. Tulisan ini juga sharing iseng mengulas kembali pemikiran ku yang aku rasa menggelitik hari ini. Selamat melakukan apa yang ingin dilakukan :)