Sunday, February 23, 2014

Enjoying The Moment:) with Flower Pot Decoration

Its been a long time i didn’t experience moment full of concentration & focus just by me, for me & With me. Inspired by one of supermarket flower display with vintage flower pot, I just went to bookstore and buy Acrylic painting to do some stuff related with so-called art.

Wake up on Sunday morning, I took out all my color pencil & acrylic painting color, took out pot & bottle that I saved to be reuse. Opening Youtube for music https://www.youtube.com/watch?v=mOsxqNEsiAQ&list=PL7FE28B1F2B089C25 to accompany me. So worried about what image to paint, browse here and there in internet. All looks so sophisticated.  Its seems too hard for a beginner like me. So I started with simpler things with couple times of revision. Its a wish for you and for all of us.  
Lyly's Flower Pot Decoration #1st101


Wish You

“Get Thousand of Love
Bunch of Hugs
Dozen of Smiles
Bags full of Care & cash” 

And tada….here is the result….





I just really enjoying the moment of decorate this flower pot. I really am here totally to decorate it. After all the working hectic situation, day full of phone ringing and talking, traffic jam and all irritating things, this is become one of the best way to get back to my own self and enjoying the Now Moment.

#1st101 

Sunday, February 16, 2014

#MedanLangPunyaHastag

Tiba-tiba post di Instagram dengan hastag bahasa Hokkien Medan, menarik juga. Akhirnya coba di list beberapa istilah yg bisa dijadikan Hastag. Silahkan dimainkan....

#BoKangCo : utk nunjukkin hal-hal yg lagi iseng ga ada kerjaan

#KiaKia : hal sehubungan dengan Jalan-Jalan

#CiaPaKhun : untuk hal-hal yg menunjukkan kemalasan

#KePo : untuk nunjukkin hal-hal yg ga perlu dilakukan tapi dilakukan juga

#CiaSimKua : untuk hal-hal yg menjengkelkan

#SiEmKa : untuk hal-hal yg extrim yg menantang adrenalin

#BeCiaBeKhun : untuk hal-hal yg bikin penasaran

#CiaSeng : untuk foto-foto makanan

#Mentel : untuk foto dengan gaya yg imut sedikit manja

#HaSiLang : Untuk hal-hal yg mengagetkan

Buat teman-teman yg berasal dari Medan kalau mau nambahin atau feedback, Mai Khe Khi ya..

10 #hastag dulu untuk malam ini, nantikan kelanjutannya

#MedanLangPunyaHastag :)
Enjoy...

Imagesource :
http://creativesocialblog.com/news/hashtag-the-progression-of-online-communication

Friday, February 7, 2014

Persamaan Tantangan Menyetir di Jakarta dengan Tantangan Mencapai Mimpi


7 Feb 2014 ~ What A Day!!!. Pagi-pagi ke tempat teman di area yang sama saja membutuhkan 75 menit. Dilanjutkan lagi dengan perjalanan menuju LTC Glodok yang membutuhkan waktu 2 jam (biasanya paling 75 menit). Janji temu ke-2 ini terpaksa harus dibatalkan karena harus nguber ke tebet untuk janji ke-3 dan ke-4. Syukurlah akhirnya perjalanan ke Tebet tidak separah di perjalanan pagi hari. Namun tetap saja pada saat perjalanan pulang membutuhkan waktu 1.5 jam. Dan jika dipikir-pikir, kalau saja aku tetap memaksakan untuk join pertemuan ke-2, alhasil aku akan kelewatan untuk meeting ke-3 dan ke-4 dan belum tentu orang yang diketemui pada pertemuan ke-2 masih punya mood yang bagus setelah aku telat 1 jam dan hari tersebut akan menjadi hari tidak menghasilkan apa-apa.

Dalam perjalanan melawan macet yang lebih banyak ditimbulkan karena jalanan rusak berlubang akibat banjir dan hujan terus menerus membuatku terpikir, perjuangan nyetir di Jakarta sama seperti perjuangan dalam hidup. Orang selalu bilang, kalau kita tidak punya mimpi atau cita-cita, maka kita akan berakhir di tempat yang sama. Tapi setelah kita punya mimpi, kita tahu mau kemana, tapi kalau kita tidak tahu cara mencapainya atau menggunakan jalan yang salah untuk mencapainya, maka kita juga akan berakhir ditempat yang sama. Sama ketika kita nyetir ke satu tujuan di Jakarta, kalau kita mengambil jalan yang salah yang membuat kita terjebak dengan kemacetan super, maka kita akan berakhir menghabiskan waktu dan akhirnya gagal sampai tepat waktu dan harus reschedule jadwal meeting lagi. Jalanan di Jakarta sangat Tricky menurutku karena ada jalan yang sangat ramai tapi ada juga jalan yang lebih sepi peminat sehingga kalau mau sampai lebih cepat di Jakarta, hal ini harus dipelajari. 

Tujuan memang dibutuhkan tapi seringnya sikap kurang persiapan, kurang fokus dan salah membuat keputusan dalam mencapai tujuan membuatku menghabiskan waktu yang tidak perlu dan tidak produktif. Sama seperti ketika balik dari tempat teman, sudah tau jalanan yang aku pilih sering macet karena lampu merah, tapi karena kurang fokus (kebiasaan lewat jalan tersebut, seharusnya kalau terburu-buru lewat jalan lain) dan berpikir mungkin sekarang ngga macet (meremehkan), alhasil menghabiskan 45 menit waktuku hanya untuk putar balik. Dalam perjalanan ke tempat meeting ke-2, karena takut jalanan yang biasanya aku lalui masih ada genangan dan macet (kurang persiapan, harusnya bisa ngecek dengan teman di area tersebut utk kondisi jalannya), akhirnya aku memilih jalan yang aku pikir lebih baik ternyata tidak karena harus menghabiskan 45 menit untuk lampu merah. Dan dilanjutkan dengan keputusan yang salah dalam memilih jalan. Akhirnya Lengkaplah sudah.

Selain itu, keberanian untuk “Let Go” juga harus ada dalam perjalanan mencapai mimpi. Setelah kejar-kejaran dengan waktu dan terlambat 1 jam, masih sempat berpikir untuk join pertemuan ke-2, namun akhirnya aku putuskan untuk skip pertemuan tersebut dengan rasa tidak enak untuk mengejar pertemuan berikutnya. Karena kalau dipaksakan maka jadwal meeting akan mundur semua. Daripada gagal semua lebih baik mengorbankan satu jadwal. Seringnya punya banyak keinginan dan ingin mendapatkan semuanya, namun ketika harus mengorbankan salah satu, maka korbankanlah.  

Entah apa yang membuat aku melihat persamaan antara tantangan macet dalam menyetir di Jakarta dengan perjuangan hidup mencapai mimpi, tapi tetap saja aku akan lebih menyukai jalanan lancar dan mulus untuk menghemat bensin dan biaya perawatan mobil. 


Happy Weekend, enjoy! :)
Happy Weekend
Image source : http://www.coolchaser.com/graphics/tag/happy%20weekend/1 

Monday, February 3, 2014

Berita Kepada Kawan ~ Ebeit G. Ade

Mendengar berita radio mengenai Gempa Maluku membuat teringat akan semua bencana alam dan bencana ekonomi yg terjadi di Indonesia yang mengawali tahun 2014 ( Gunung meletus Sinabung, Banjir Rob di Manado, Banjir Jakarta, Subang dan sekitarnya, Gempa Maluku), aku rasa lagu paling cocok yang bisa "menegur" kita adalah lagu Berita Kepada Kawan oleh Ebeit G. Ade yg populer di tahun 80an (lagu masa kecil yg Top buat karaokean).

silahkan dinikmati&direnungkan....
http://www.youtube.com/watch?v=KAaFPPTSvhY&sns=em 
****
Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk Disampingku kawan

Banyak cerita Yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang Dihempas batu jalanan Hati tergetar menatap kering rerumputan

Perjalanan ini pun Seperti jadi saksi Gembala kecil Menangis sedih ...

Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika di kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut Kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak Kepada matahari

Tetapi semua diam Tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri Terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan Bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada Rumput yang bergoyang
*****

Saturday, January 18, 2014

Kehangatan Dalam Banjir #DiaryBanjir

Curah hujan yang tinggi dan air laut yang pasang serta kiriman air dari kota tetangga di Bogor berhasil melumpuhkan hiruk pikuk kota Jakarta. Kota yang tidak pernah berhenti bergerak. Tidak hanya rumah sakit yang 24 jam, ATM 24 jam, tempat hiburan 24 jam, bahkan mini market pun sudah 24 jam. Kalau dahulu macet terparah di hari senin & jumat, jam pergi dan pulang kantor, sekarang macet setiap saat bahkan di hari sabtu. Kita semua yang tinggal di kota ini, hampir selalu terlihat sibuk. Bangun pagi, pergi kerja, pulang sampai rumah sudah malam karena macet ataupun lembur. Hari libur kita menyibukkan diri juga dengan pergi ke mall ataupun tempat hangout lainnya atau kita menyibukkan diri sendiri dengan social media, browsing internet dan lain-lain.

Mungkin banjir datang untuk membuat kita berhenti sejenak, menikmati dan mensyukuri apa yang ada di sekeliling kita, yang berada di dekat kita bukan yang berada jauh, yang harus menempuh perjalanan jauh dan bermacet ria. Mensyukuri apa yang kita miliki saat ini bukan yang dimiliki tetangga. Mencintai keluarga kita apa adanya bukan mengharapkan berada dikeluarga yang berbeda. Banjir saat ini membuatku memikirkan hal ini terlebih karena 1-2 bulan terakhir ini memang terasa sangat banyak kegiatan diluar rumah pada saat hari libur sehingga jarang menghabiskan waktu dengan pasangan dirumah. Disaat hari kerja, pulang rumah pun sudah malam sehingga tidak memiliki cukup waktu bersama pasangan. Dengan banjir, kami terpaksa terkurung di dalam rumah sepanjang hari. Banjir membuat kita berdua memiliki perhatian bersama yang dapat saling dikomunikasikan. Ketika hujan datang, kami bersama was-was apakah ketinggian air akan naik lagi dan masuk ke dalam rumah. Ketika air mulai surut kami pun bergembira bersama akhirnya air tidak masuk ke rumah sehingga tidak perlu mengangkat perabotan. Disaat ketinggian air naik lagi dan terpaksa harus mengungsikan mobil ditengah malam, memunculkan rasa kekhawatiran satu sama yang lain. Aku yang mengkhawatirkan suami mengungsikan mobil ke area parkir sendirian. Suami yang mengkhawatirkan aku berada di rumah sendirian ketika dia mengungsikan mobil. Meskipun tubuh terasa lelah, tapi hati terasa hangat. Dengan
http://www.luvimages.com/image/two_blue_cups_of_tea-934.html
kelelahan tetap kusempatkan untuk membuat secangkir teh hangat menyambut kepulangan suami. Dalam kelelahan, sebelum tertidur, suami masih menyempatkan untuk mencium keningku. Hari berlalu dengan kebersamaan. Menghabiskan waktu bersama, sarapan, tidur siang bersama, menonton TV, buka laptop bersama sambil berbicang, NgeTeh Bareng sambil menikmati bolu gulung dan lainnya.

Tepat sampai di tulisan barisan terakhir ini, hujan semakin deras dan airpun akhirnya menguasai dalam rumah. Dengan tenaga dari hasil pengolahan Indomie sebagai makan malam, kita pun mulai mengangkat semua perabotan kursi, kasur dan lainnya dan akhirnya mengungsi di tengah malam naik perahu karet ;D.

Buat sebagian orang yang terkena "banjir super" sampai masuk kedalam rumah memang sangat tidak menyenangkan dan tentunya merepotkan tapi tidak bisa dipungkiri kondisi saat ini juga membuat kita lebih dekat dengan orang disekitar kita. Kita berhenti dari semua kegiatan kita masing-masing dan bersama-sama menghadapi serta “menikmati” bencana ekonomi ini. Memang tanpa harus ada bencana ekonomi seperti ini untuk dapat menikmati kebersamaan, hanya saja karena kesibukan dan tuntutan diri, hal ini sering terlupakan. Semoga kebersamaan dan kehangatan seperti ini selalu terjaga setiap saat sehingga tidak perlu diingatkan oleh bencana atau tragedy.   

Semoga Banjir cepat Mereda dan yang mengalami musibah ini dikuatkan untuk dapat kembali menjalankan kehidupan yang lebih baik lagi. Semoga semakin banyak orang yang sadar untuk menjaga lingkungan tempat kita tinggal karena apa yang kita tabur adalah apa yang kita tuai.   

Friday, January 10, 2014

Who Am I To Judge Lizzie Velasquez ?

Pagi-pagi bangun buka Fb ada link tentang Lizzie Velasquez. Pertama kali melihat wajah nya, pikiran yg muncul di kepala adl "aduh jelek banget ni orang". Jika menggunakan penilaian mengenai kecantikan pada umumnya, memang dia berhak mendapatkan gelar "The Ugliest Woman I've ever seen". Aku pun mencoba browsing foto-fotonya. Muncul foto dirinya dia bayi, anak-anak dan saat ini. Dengan matanya yang besar ditambah tulang wajah yang jelas terlihat sekali karena tidak ada lemak sedikitpun, memang dia terlihat jauh sekali dari kelucuan yang dimiliki anak-anak pada umumnya.

Link video tersebut pun aku klik dan wuaala ternyata dia jadi salah satu pembicara di Ted Talk Austin event. Melihat cara dia berjalan yang sepertinya butuh usaha lebih karena tubuhnya benar-benar bermakna denotasi adalah Kulit Pembungkus Tulang. Aku seperti melihat tengkorak berjalan.

Lizzie ternyata mengidap syndrome yang sampai saat ini belum bisa dipahami oleh dokter dan ilmuwan. Di dunia ini pun, hanya 2 org termaksud dirinya yg memiliki syndrome dimana menyebabkan dia tidak mampu membentuk otot dan menyimpan lemak sehingga dia menjadi manusia kulit pembungkus tulang, bukan karena pola makan yang salah seperti anorexia ataupun bulimia dll.


Syndrom ini juga menyebabkan dia hanya bisa melihat dengan mata sebelah kiri. Jika anak-anak dikasih liat fotonya, mungkin akan ada sebagian yang takut karena memang terlihat menakutkan dengan mata besar seperti melotot. Suatu hari karena kerjaan iseng seseorang yang memvideo kan dirinya selama 8 detik dan post di internet, akhirnya dia mendapat gelar The World Ugliest Woman dan mendapatkan komentar pedas seperti "please help the world, put a gun in your head & kill yourself". Setiap hari dia bangun dan berharap bahwa tubuhnya akan berubah menjadi normal, syndrome penyakitnya akan hilang dan setiap kali itu pula dia kecewa.


Saat kecil, dia dibesarkan oleh orang tua dengan penuh kasih dan diperlakukan seperti anak normal, sebelum semua pendapat luar terdengar olehnya, dia selalu berpikir dia adalah sama seperti lainnya sampai akhirnya ketika dia dikucilkan di sekolah. Apa tanggapan orang tuanya Lizzie? “Lizzie, yang membuatmu berbeda dibandingkan dengan anak-anak lainnya adalah kamu lebih kecil, kamu memiliki syndrome ini, dan hanya itu, tapi hal ini bukanlah hal yang akan “menentukan (define)” siapa dirimu, pergilah ke sekolah, angkat kepalamu dan tersenyumlah. Teruslah menjadi dirimu dan orang lain akan melihat bahwa kamu adalah sama dengan mereka”.

Ketika semua dunia menertawakan, jijik dan lainnya, dia memiliki support system yg setiap saat membantunya utk tersenyum dan tertawa. Dan itu yg membuat dia akhirnya menerima dirinya apa adanya dan mengatakan bahwa penyakitnya, penampilan fisiknya bukanlah hal yang menentukan siapa dirinya, tapi cita-cita dan kesuksesannyalah yang akan menentukan siapa dirinya.

Dia memiliki impian menjadi motivational speaker, penulis, lulus kuliah, berkeluarga dan berkarir. Dan diumurnya yang ke 25 saat ini, mimpinya menjadi speaker, penulis, lulus kuliah sudah tercapai. Berkarir sebagai pembicara merupakan perjalanan berkelanjutan. Berkeluarga? Saat ini memang belum menemukan pasangan. Tapi hey!, she just 25!.

Dengan kekurangan yang dimilikinya, dia menemukan cara untuk merubah semua itu menjadi hal positif. Ketika ada org yg mengejeknya, maka akan diletakkan disisi kanan tubuhnya maka, orang tersebut tidak akan pernah terlihat olehnya (Lizzie hanya bisa melihat dengan mata kiri). Dengan tubuh kulit pembalut tulangnya, dia bisa memakan apa saja yang dia inginkan tanpa khawatir overweight. Salah satu candaannya, dia senang sukarela datang ke gym center dan berkelakar "lihatlah kesuksesan dari program pelangsingan badan ini". Dsb.

Setelah melihat video ini, pertanyaan yang muncul adalah “Siapa aku utk menilai dan menghakimi dia sebagai wanita yang jelek ataupun hal lainnya?”. Penampilan fisiknya bukanlah sesuatu yang berada dalam kendali dia, namun dia tetap mampu membuat hidupnya bermakna dengan berbuat hal positif yang berada dalam kendalinya. Dan hal inilah yang bernilai.  

Seringnya baik sengaja maupun spontan, penilaian terhadap seseorang muncul hanya dengan melihat sekilas penampilan atau tindakan sesaat. Dan ketika penilaian itu muncul, langsung kita terima bulat-bulat seakan-akan kita benar 100% dan lebih baik dari orang lain. Tapi jika dipelajari lebih dalam lagi, jika kita melihat dari semua perspektif, mungkin semua penilaian awal kita adalah salah besar.

Aku bisa saja mengatakan Lizzie jelek, kulit pembungkus tulang ataupun lainnya tapi dia sudah berada di tangga menuju impiannya dan satu persatu impiannya di gapai dengan usaha luar biasa, sebentar lagi Lizzie akan mengeluarkan buku ketiganya, sedangkan saya yang normal secara fisik dan punya pikiran utk menulis buku saja sampai saat ini belum selesai menulis, so who am I to judge?.


"Tell me all that negative things, you know what, i will turn it around and use it as a ladder to climb up to my goals" Lizzie's Quotes




Sunday, January 5, 2014

Check This Out! The Great Wife's Guide

Setelah membaca 10 artikel mengenai “How To Be A Great Wife?”, berikut adalah kesimpulan dan rangkuman dari 22 komponen atau elemen yang muncul dalam semua artikel tersebut yang diurutkan dari yang paling banyak muncul sampai yang paling sedikit muncul:

1.      Respect & Make Him as A Priority (8x)
2.      Take Care of Yourself (8x)
3.      Understanding & Caring (7x)
4.      Make Him Happy in Bed (6x)
5.      Communicate effectively about Our Feeling & Thought (6x)
http://www.dadfirst.net/relationship-dna/
6.      Appreciate & Accept Who He Is (6x)
7.      Have a sense of playfulness (5x)
8.      Be Positive (4x)
9.      Take Care of The House (3x)
10.  Honesty (3x)
11.  Give them “Guy Time” (3x)
12.  Be Unpredictable & Plan Surprises (3x)
13.  Be Independent (3x)
14.  Be Funny, Nice & Pleasant (3x)
15.  Accept Mutual Mistake (2x)
16.  Financial Stability (2x)
17.  Belief in Your Husband (2x)
18.  Willing To Accept Changes (2x)
19.  Shared Dreams (1x)
20.  Have Interest in What He Loves To Do (1x)
21.  Cook Well (1x)
22.  Be Disciplined, Don’t Spoil your Child / Animal (1x)
·         (…X) menunjukkan berapa banyak artikel yang menyebutkan komponen atau elemen tersebut

Jadi apa kesimpulanmu? #wink
Apakah kita bisa menjadi The Great Wife of The Year?